ketidaktahuan
jarak
kehampaan
ketidakpastian
kuatir
bertanya
yakin
ragu
matanya
tawanya
kabarnya
kosong
tiada
hening
tak bersebab
tapi berakibat
datang begitu saja
tanpa kita (aku??) minta
Thursday, October 27, 2005
kosong
berjarak
dijembatani ruang ruang panjang
dengan beribu bingkai lukisan tentang rindu
dan pintu pintu yang belum semua aku ketuk
namun ragu juga
karena tak tau apa di dalamnya
hujan ini jatuh di kantung mata
tak ingin kuseka
karena ini jejak cinta
tepuk bahuku
bila mendung itu datang lagi
dan tak akan ku tunggu
biar pun itu
satu matahari
dijembatani ruang ruang panjang
dengan beribu bingkai lukisan tentang rindu
dan pintu pintu yang belum semua aku ketuk
namun ragu juga
karena tak tau apa di dalamnya
hujan ini jatuh di kantung mata
tak ingin kuseka
karena ini jejak cinta
tepuk bahuku
bila mendung itu datang lagi
dan tak akan ku tunggu
biar pun itu
satu matahari
in a silence
a prayer
may God listen to me
wheather He
know it..or even..
left His smile for me
that i can't understand ever
in a silence
may God listen to me
wheather He
know it..or even..
left His smile for me
that i can't understand ever
in a silence
mawar kuning
aku ingin tidur
di sehelai daun mawar
berkelopak kuning
aku tahu ini jarang
dan sedikit berduri
sandarku
tetap pada batangnya
sadarku
tetap pada kelopaknya
di sehelai daun mawar
berkelopak kuning
aku tahu ini jarang
dan sedikit berduri
sandarku
tetap pada batangnya
sadarku
tetap pada kelopaknya
Tuesday, October 11, 2005
gadis kecil
ada gadis kecil
diseberangkan gerimis
di tangan kanan kanannya
bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang
ada pohon dan seekor burung
*sajak sapardi djoko damono
diseberangkan gerimis
di tangan kanan kanannya
bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang
ada pohon dan seekor burung
*sajak sapardi djoko damono
Monday, October 03, 2005
sungai
ada sungai panjang
dimana aku kini
sedang mengarungi arusnya
menabrakkan perahu ku
pada batu batu di tepiannya
dan menikmati wajahku
tersiram dinginnya
ujung ujung percik air
mengayuh dayungku
lebih keras
dan aku menikmati
risik daun bambu
dan silau akrab
sinar matahari yang
mengintip di sela sela daun
sungai itu panjang
dan berarus besar
ku bisikkan pada telinga kananmu
kalau sungai itu adalah
sungai cinta
dimana aku kini
sedang mengarungi arusnya
menabrakkan perahu ku
pada batu batu di tepiannya
dan menikmati wajahku
tersiram dinginnya
ujung ujung percik air
mengayuh dayungku
lebih keras
dan aku menikmati
risik daun bambu
dan silau akrab
sinar matahari yang
mengintip di sela sela daun
sungai itu panjang
dan berarus besar
ku bisikkan pada telinga kananmu
kalau sungai itu adalah
sungai cinta
Sunday, October 02, 2005
rumah kekal
rumahku adalah rumah cinta
dimana rindu dan sayang
berselingan menjadi kotak kotak jendela
dan tak lengkap tanpa
tirai tangis dan air mata
rumahku adalah rumah bahagia
derai tawa berjajar
riang ria bersandar
sepanjang tembok putih
lorong belakang dan dinding ruang tamu
rumahku adalah rumah sementara
untuk menuju rumah Bapa
kekal di surga
dimana rindu dan sayang
berselingan menjadi kotak kotak jendela
dan tak lengkap tanpa
tirai tangis dan air mata
rumahku adalah rumah bahagia
derai tawa berjajar
riang ria bersandar
sepanjang tembok putih
lorong belakang dan dinding ruang tamu
rumahku adalah rumah sementara
untuk menuju rumah Bapa
kekal di surga
Subscribe to:
Posts (Atom)