Saturday, December 31, 2005

mengendus nasib

malam malam
tak lelah
menghampiriku

siang siang
dengan teriknya
mendarat di ubun kepalaku

diam diam
hidungku mengendus endus
apa kabar nasibku
berhubung

kurang dari satu menit lagi
orang bilang

"tahun baru"

Tuesday, December 27, 2005

apakah ada

adakah sebuah tindakan
yang dilakukan manusia
tanpa satu pun *alasan*
yang mendasari dilaksanakannya
tindakan itu?

kalaupun itu ada,
apakah tindakan itu adalah
*mencintai*..??

*author unknown

hujan bulan desember

hujan bulan desember
jatuh ditengah awan gerimis
patuh ditengah angin yang mengemis
tanpa sedikitpun membocorkan
rahasia cinta
dari balik sebilan lapis awan
yang melahirkan gerimisnya

Thursday, November 03, 2005

senja

langit merah
dibingkai gelap
matahari mengintip sebelah
bukan akan terbit, sayang...

tapi menuju akhirnya,tenggelam...

kepul debu asap menguap terangkat
meninggalkan
yang harus berakhir

katanya...

"jangan salahkan cinta..,
karena kamu sudah memilih..."

Thursday, October 27, 2005

ruang

ketidaktahuan
jarak
kehampaan
ketidakpastian
kuatir
bertanya
yakin
ragu
matanya
tawanya
kabarnya
kosong
tiada
hening
tak bersebab
tapi berakibat

datang begitu saja
tanpa kita (aku??) minta

kosong

berjarak
dijembatani ruang ruang panjang
dengan beribu bingkai lukisan tentang rindu
dan pintu pintu yang belum semua aku ketuk
namun ragu juga
karena tak tau apa di dalamnya

hujan ini jatuh di kantung mata
tak ingin kuseka
karena ini jejak cinta

tepuk bahuku
bila mendung itu datang lagi
dan tak akan ku tunggu
biar pun itu
satu matahari

in a silence

a prayer
may God listen to me
wheather He
know it..or even..
left His smile for me
that i can't understand ever
in a silence

mawar kuning

aku ingin tidur
di sehelai daun mawar
berkelopak kuning
aku tahu ini jarang
dan sedikit berduri
sandarku
tetap pada batangnya
sadarku
tetap pada kelopaknya

Tuesday, October 11, 2005

gadis kecil

ada gadis kecil
diseberangkan gerimis
di tangan kanan kanannya
bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang
ada pohon dan seekor burung

*sajak sapardi djoko damono

Monday, October 03, 2005

sungai

ada sungai panjang
dimana aku kini
sedang mengarungi arusnya
menabrakkan perahu ku
pada batu batu di tepiannya
dan menikmati wajahku
tersiram dinginnya
ujung ujung percik air
mengayuh dayungku
lebih keras
dan aku menikmati
risik daun bambu
dan silau akrab
sinar matahari yang
mengintip di sela sela daun
sungai itu panjang
dan berarus besar

ku bisikkan pada telinga kananmu
kalau sungai itu adalah
sungai cinta

Sunday, October 02, 2005

rumah kekal

rumahku adalah rumah cinta
dimana rindu dan sayang
berselingan menjadi kotak kotak jendela
dan tak lengkap tanpa
tirai tangis dan air mata

rumahku adalah rumah bahagia
derai tawa berjajar
riang ria bersandar
sepanjang tembok putih
lorong belakang dan dinding ruang tamu

rumahku adalah rumah sementara
untuk menuju rumah Bapa
kekal di surga

Friday, September 09, 2005

pukul lima pagi

matahari mulai menggeliat
namun bulan masih belum ikhlas beranjak
meninggalkan malamnya yang damai

maka matahari dan bulan pun
saling memandang
dari ujung ujung langit yang berbeda

dan aku melihat mereka berdua
saling berpandangan

sampai pagi benar benar ada
tanpa sedikit pun jejak bulan

Wednesday, September 07, 2005

Tuesday, September 06, 2005

sungai diam

ada sungai di tengah rimbun gelap rimba
kecil, tak berarus
sedikit lumut dan lintah lintah beria ria di dasarnya
pagi ini, sungai itu tak lagi mengalirkan air
mata airnya kering.
tak ada lagi cerah keperakan di muka airnya
yang ada hanya sinar matahari yang menerobos
di sela sela daun bambu
sinarnya mencari air yang membuat kilau keperakan
sungai itu mati
tak ada gemericik, tak ada arus

yang ada hanya diam

Tuesday, August 30, 2005

kalau

kalau aku harus kehilangan
aku setia menanti gerimis hujan
ingin menangis bersama langit
yang deras menjatuhkan tangis hujan

aku bersembunyi di rapat rimbun ladang jagung
bercengkrama dengan serabut kuning menjulur
aku senang menangis bersama rimbun daun

dan kubujuk bulan sabit awal bulan september
untuk memberi aku tempat
tidur meringkuk diujung sabitnya
karena aku ingin melihat bintang
ditemani seribu kali bulan purnama

Sunday, August 28, 2005

syukur

terpujilah Tuhan
yang menanamkan rasa cinta
pada hati setiap manusia

amin

Thursday, August 25, 2005

embun

pagi hari
di ujung daun
ada sebuah embun
yang bening liat tak mau menetes
apa yang ia tahan?

mungkin ia menunggu matahari
menguapkan dirinya
menjadi udara di awan awan
hingga ia akan jadi embun lagi

pada sebuah pagi

sajak agustus

di bulan agustus ini
aku sandarkan batinku
pada sebuah jiwa
yang pada langit yang dulu juga
memandang satu bintang yang sama
dari dua tempat yang berbeda

Tuesday, August 16, 2005

cikanyere

tangis - seribu manusia
jerit - anak anak dunia
sesal - hati orang berdosa
air mata - duka hati yang terluka

dan Engkau
merentangkan tanganMu

"mari, datanglah kepadaKu, kalian yang letih lesu
dan berbeban berat, maka Aku akan memberikan
kelegaan kepadaMu..."

maka kami,
anak anak bumi datang merangkulmu
sebelum tanah bumi dingin kelak
merangkul jasad kami yang membisu

Balada Patas Enam

kepala bersandar pada lengan yang menggantung
di larik besi atap bus kota
keringat mengucur di punggung punggung
minyak wajah keluar dari pori pori muka
betis kencang nyaris keram
mata nanar lelah merah
rambut kuyup bukan karena hujan
tapi karena keringat di kepala, wahai sayang

semoga jerih lelah hari ini
berujung pada jumpa bahagia
orang tua, istri,suami anak menanti
di depan pintu rumah
yang bak pintu surgawi

Friday, August 12, 2005

dua hal

ada dua hal
*perasaan* mencintai
dan *orang* yang kita cintai

*perasaan*
adalah luapan emosi, kegalauan, penantian, curiga,sedih, gembira,bangga,tersanjung,senang,kangen, rindu, sayang,benci,tangis,luka,duka,perih, kuatir,bertanya-tanya,tak jelas, keyakinan, tawa, rayuan, ketidak-pastian,risiko,keberanian,jujur,khianat,mengumpulkan kebaikan, menerima kelemahan ah...banyak..!!

*orang* adalah KAU

sampai saat ini..aku masih diam
untuk memisahkan air dan pasirbatuhalus
untuk memahami
apakah aku sungguh mencintai *orang* dengan segenap *perasaan*
atau sekedar bermain main dengan *perasaan* saja

*puisi untuk irma deviani moningka

Thursday, August 11, 2005

tidak fokus

uijkuijklujkluoipjopjkl
jiphiohjfyuyvhvhjnnmjk;ljkl
7hghy8y890f69gygbhjjkl;
nkljlkjiouio89p-89jiohj
l;jkhkyiopy6890gu;hjggyuyuuiopu9090j;hiopyiopyophjljop
jkl;hkl;h;guiguioyiop
\y89puighlh;jiouophj
;hhkl;h;klhil;
vhjvhjfyytuiy89u9[jhhjhjy8pgfthhjl;iophhiop

nah! ini dia!
kalau aku
mengetik pakai sarung tinju

arusmu

arusmu
membawaku
berlayar
ke tepian
sungai sungai
dalam
di hutan
kala malam

arusmu
lalu menghantam
perahuku
hingga terbalik
dan akupun
tenggelam

arusmu
memutar kuat
tubuhku
hingga
tak kenal aku
dimana atas
dimana bawah

arusmu
meneggelamkanku

pada dunia
dasar sungai
yang dingin
dalam

ia diam
namun bergerak
dan siap
menghanyutkanku

lagi...

Wednesday, August 10, 2005

aku masih punya asa

aku titipkan tanganku
pada dahan dahan cemara
yang ujung daunnya
menahan sebutir embun
di pagi hari

aku titipkan mataku
pada elang
yang terbang melintasi angkasa
untuk melihat dirimu
jauh dari atas awan

aku titipkan sayangku
pada angin dan awan
yang saling berangkulan
mengarak udara pagi
di sela sela hangat sinar matahari

karena aku belum pernah jumpa
juga belum bersua

aku masih punya asa
untuk saling memandang mata
di tengah tengah deru waktu
hidup kita

Tuesday, August 09, 2005

bintang

kubelai bintang
lewat tangan tangan awan
yang memeluknya setiap malam

kusayang bintang
lewat desau angin malam
yang meniup wajahnya setiap malam

katakan pada alam
aku tak mau kehilangan malam
karena aku ingin selalu melihat

bintang yang paling terang

Sunday, August 07, 2005

bunga dan doa

*untuk Bapak

bila hari ini kau masih ada
akan ku kirim kau bunga
dan setarik nafas
dengan hembus kata kata
"selamat ulang tahun"

berhubung kau telah tiada
baik ku kirim kau doa saja
dan setarik nafas
dengan hembus kata kata
"semoga engkau bahagia di sisi-Nya"

amin

in memoriam :
Yulius Sardjono
lahir : 7 Agustus 1940
wafat : 16 Mei 2002

padahal

aku ini seperti penari lenong
di sudut istana bernama 'gereja'
aku ini seperti sundel bolong
di sudut hamparan bernama 'kubur'
aku ini seperti topeng monyet
di sudut ramai bernama 'pasar malam'

padahal,
aku manusia!

seribu tanya

akan ku hanyutkan
seribu tanya
pada gulungan riak riak
air sungai
di tengah hutan rimba

hanyutlah..
bergeraklah..
benturlah ujung ujung batu
sapalah setiap ujung daun
dan bermainlah dengan lintah

seribu tanya itu
akan menemukan muara
di dekat samudra

bernama 'jawab'

Monday, August 01, 2005

ingin

ujung daun
kering
di musim kemarau
suara parau
burung burung
malam
debu terbang

tak ada angin
tak ada dingin

yang ada hanya

sebuah ingin

Sunday, July 31, 2005

untuk anak anak pagi

kantung kantung
hitam plastik
digenggam di jari jari kusam
menunggu bus yang kusam pula
se kusam kulit dan nasibmu,nak

kita ini sesungguhnya sama
mengisi hari hari
menjalani nasib
menapaki tapak hidup
yang sudah ada sebelum hari ini

kita tinggal ikut
kita tinggal larut
di bawah matahari yang sama
di kepul debu yang sama
di recahan waktu yang tak bisa
kita tahu, kemana ujungnya

kutitipkan doa setiap bunda
untuk anaknya
pada bahumu yang kurus
dan matamu yang tanpa harap
yang hanya berani menatap mentari
yang empunya memberimu garis hidup
seperti yang kau pikul hari ini

setiap tangan mu
merogoh lobang sepatu
tuan tuan puan puan
di terminal lusuh debu itu

kau tinggalkan kilap
kau kibaskan debu

namun tangis batinmu
tak bisa hilang

hanya dalam sewaktu

note:
Sajak ini terinspirasi dari puluhan anak anak kecil..yang tiap hari selalu bersama saya menunggu bus kota..di halte ciliwung. mereka adalah anak anak penyemir sepatu yang sehari harinya mencari nafkah di terminal blok M. tiap anak selalu membawa kantung hitam. isinya hanya 3 benda : sikat,semir,dan lap

kuasa surga

kuhampiri kau
wahai nasib
ku salami kau
wahai hidup
ku sapa kau
wahai lahir
ku tanya kau
wahai derita
ku tampar kau
wahai mulut lancang
ku seka kau
wahai tangis
ku balut kau
wahai luka
ku sisir kau
wahai kusut rambut
ku hunus kau
wahai jahanam
ku intai kau
wahai musuh
ku tebar kau
wahai kuncup melati
ku tantang kau
wahai panglima
ku gertak kau
wahai penggoda

dan aku mulai bernyanyi
lagu lagu bisu

tanpa ku bisa melawan

pada kuasa surga

cinta

akan ku sandra
kenyataan kenyataan
yang lalu lalang
di depan mata ku

kukalungkan clurit
pada nadi tangannya
kuhunuskan pisau
pada ulu hatinya

sampai aku mau menukarnya

dengan sebuah rasa bernama

cinta

tentang cinta

lalu kau tertidur di sisi malam
sendiri, terdengar bisikan lirih di sela-sela bibirmu
yang semakin membiru
dalam gelap yang mulai temaram

tak pernah kau tanyakan lagi cinta itu
yang mungkin menjauh, mungkin pula membeku
biarlah malam ini berakhir, itu pikirmu
namun hatimu seakan terpuruk di situ

adakah cinta yang menjadikan dukamu harus terlahir?

Jakarta, 7 November 2002
oleh syahfida
www.cybersastra.net

marah

persetan dengan
kata kata
yang bikin muak
yang ku dengar dari mulutmu

perempuan di mata mu
tak lebih dari sekedar
sandingan yang pantas
untuk seorang KAU
yang sedang berpantas pantas diri
untuk jangan sampai disebut
PERJAKA TUA

pagi ini
aku jadi marah!!

takut

semakin aku sayang
semakin dalam aku
membuat kawah luka
di dasar batinmu

kini kau suka
kelak saat waktu itu
*mungkin* tiba
saat kucabut pisauku
yang menohok dalam

ku tinggalkan
kau bekas
duka
luka
darah
nanah

yang tak akan mudah

mengering

lalu hilang

mawar

kutitipkan impianku
pada bunga mawar yang masih kuncup
selagi ia tidur

dan saatnya rekah
akan ku tanya padanya
mimpikan apa ia
tentang aku

Thursday, July 28, 2005

sajak sajak lain oleh sapardi

::YANG FANA

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

::KUKIRIMKAN PADAMU

kukirimkan padamu kartu pos bergambar, istriku,
par avion: sebuah taman kota, rumputan dan bunga-bunga, bangku dan beberapa orang tua, burung-burung merpati dan langit yang entah batasnya.
Aku, tentu saja, tak ada di antara mereka.
Namun ada.

::AIR SELOKAN

"Air yang di selokan itu mengalir dari rumah sakit," katamu pada suatu hari minggu pagi. Waktu itu kau berjalanjalan bersama istrimu yang sedang mengandung
-- ia hampir muntah karena bau sengit itu.

Dulu di selokan itu mengalir pula air yang digunakan untuk memandikanmu waktu kau lahir: campur darah dan amis baunya. Kabarnya tadi sore mereka sibuk memandikan mayat di kamar mati.

Senja ini ketika dua orang anak sedang berak di tepi selokan itu, salah seorang tiba-tiba berdiri dan menuding sesuatu:
"Hore, ada nyawa lagi terapung-apung di air itu -- alangkah indahnya!"
Tapi kau tak mungkin lagi menyaksikan yang berkilau-kilauan hanyut di permukaan air yang anyir baunya itu, sayang sekali.

::AKULAH SI TELAGA

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
-- perahumu biar aku yang menjaganya

::ATAS KEMERDEKAAN

kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala
terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari yang ketujuh tiba

sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu :
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah

Horison
Thn III, No. 8
Agustus 1968
Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air

::BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI

waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari
matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri
yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan

::CARA MEMBUNUH BURUNG

bagaimanakah cara membunuh burung
yang suka berkukuk
bersama teng-teng jam dinding
yang tergantung sejak kita belum dilahirkan itu?

soalnya ia bukan seperti burung-burung
yang suka berkicau setiap pagi
meloncat dari cahaya ke cahaya
di sela-sela ranting pohon jambu
(ah dunia di antara bingkai jendela!)
soalnya ia suka mengusikku tengah malam,
padahal aku sering ingin sendirian
soalnya ia baka

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

::DI ATAS BATU

ia duduk di atas batu
dan melempar-lemparkan kerikil ke tengah kali
ia gerak-gerakkan kaki-kakinya
di air sehingga memercik ke sana ke mari
ia pandang sekeliling :
matahari yang hilang - timbul
di sela goyang daun-daunan,
jalan setapak yang mendaki tebing kali,
beberapa ekor capung
-- ia ingin yakin bahwa benar-benar berada di sini

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

::DI SEBUAH HALTE BIS

Hujan tengah malam
membimbingmu ke sebuah halte bis
dan membaringkanmu di sana.
Kau memang tak pernah berumah,
dan hujan tua itu
kedengaran terengah
batuk-batuk dan tampak putih.
Pagi harinya
anak-anak sekolah
yang menunggu di halte bis itu
melihat bekas-bekas darah
dan mencium bau busuk.
Bis tak kunjung datang.
Anak-anak tak pernah bisa sabar menunggu.
Mereka menjadi kesal dan,
bagai para pemabok,
berjalan sempoyongan
sambil melempar-lemparkan buku
dan menjerit-jerit
menyebut-nyebut namamu.

perahu kertas
kumpulan sajak
1982

::PERTAPA

Jangan mengganggu:
aku, satria itu,
sedang bertapa dalam sebuah gua,
atau sebutir telur,

atau.
sepatah kata
-- ah, apa ada bedanya.
Pada saatnya nanti,
kalau aku sudah dililit akar,
sudah merupakan benih,
sudah mencapai makna
-- masih beranikah kau menyapaku, Saudara?

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

::PERAHU KERTAS

Waktu masih kanak-kanak
kau membuat perahu kertas
dan kau layarkan di tepi kali;
alirnya Sangat tenang,
dan perahumu bergoyang menuju lautan.

"Ia akan singgah di bandar-bandar besar,"
kata seorang lelaki tua.
Kau sangat gembira,
pulang dengan
berbagai gambar warna-warni di kepala.

Sejak itu
kau pun menunggu
kalau-kalau ada kabar dari perahu
yang tak pernah lepas dari rindu-mu itu.

Akhirnya
kau dengar juga pesan si tua itu,
Nuh, katanya,

"Telah kupergunakan perahumu itu
dalam sebuah banjir besar
dan kini terdampar di sebuah bukit."

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

::PERISTIWA PAGI TADI

Pagi tadi seorang sopir oplet bercerita kepada pesuruh kantor tentang lelaki yang terlanggar motor waktu menyeberang.

Siang tadi pesuruh kantor bercerita kepada tukang warung tentang sahabatmu yang terlanggar motor waktu menyeberang, membentur aspal, Ialu beramai-ramai diangkat ke tepi jalan.

Sore tadi tukang warung bercerita kepadamu tentang aku yang terlanggar motor waktu menyeberang, membentur aspal, lalu diangkat beramai-ramai ke tepi jalan dan menunggu setengah jam sebelum dijemput ambulans dan meninggal sesampai di rumah sakit.

Malam ini kau ingin sekali bercerita padaku tentang peristiwa itu.

::PESAN

Tolong sampaikan kepada abangku, Raden Sumantri, bahwa memang kebetulan jantungku tertembus anak panahnya.
Kami saling mencinta, dan antara disengaja dan tidak disengaja sama sekali tidak ada pembatasnya.
Kalau kau bertemu dengannya, tolong sampaikan bahwa aku tidak menaruh dendam padanya, dan nanti apabila perang itu tiba, aku hanya akan .....

::PESTA

pesta berlangsung sederhana.
Sedikit tangis, basa-basi itu;
tinggal bau bunga gemetar
pada tik-tok jam,
ingin mengantarmu
sampai ke tanah-tanah sana
yang sesekali muncul
dalam mimpi-mimpinya
...di sumur itu,
si Pembunuh membasuh muka,
tangan, dan kakinya

::PUISI CAT AIR UNTUK RIZKI

angin berbisik
kepada daun jatuh
yang tersangkut kabel telpon itu,
"aku rindu, aku ingin mempermainkanmu!"

kabel telpon
memperingatkan angin
yang sedang memungut daun itu
dengan jari-jarinya gemas,
"jangan berisik, mengganggu hujan!"
hujan meludah
di ujung gang
lalu menatap angin dengan tajam,
hardiknya, 'lepaskan daun itu!"

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982

amin

aku siap melukaimu
dan kau lukai

amin

tunggu aku

burung gereja masih hinggap di pucuk lonceng

tunggu aku

hingga kau lihat aku rebah tangis

di bawah kaki salib

awan hitam

untuk bintang

semoga masih ada awan hitam
yang justru membuat kita bisa terlihat
semakin bersinar

sapardi djoko damono

puisi puisi indah dari sapardi djoko damono

TENTANG MATAHARI
Matahari yang di atas kepalamu itu

adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu
waktu kau kecil,
adalah bola lampu
yang di atas meja
ketika kau menjawab surat-suratyang teratur
kau terima dari sebuah
Alamat,
adalah jam weker yang berdering
sedang kau bersetubuh,
adalah gambar bulan
yang dituding anak kecil itu
sambil berkata:"Ini matahari! Ini matahari!"Matahari itu?
Ia memang di atas sana
supaya selamanya kau menghela
bayang-bayanganmu itu.

BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI
waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari

matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri
yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar
tentang siapa di antara kami
yang telah menciptakan bayang-bayangaku
dan bayang-bayang tidak bertengkar
tentang siapa di antara kami
yang harus berjalan di depan

KAMI BERTIGA
dalam kamar ini kami bertiga:

aku, pisau dan kata --kalian tahu,
pisau barulah pisau
kalau ada darah di matanya
tak peduli darahku atau darah kata

AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu

dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu

dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat
disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada

MATA PISAU
mata pisau itu tak berkejap menatapmu

kau yang baru saja mengasahnya berfikir:
ia tajam untuk mengiris apel
yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam;
ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu

HUJAN BULAN JUNI
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

DALAM DIRIKU

Because the sky is blue
It makes me cry (The Beatles)

dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya!
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya

PADA SUATU HARI NANTI
pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri
pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi of antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati


tak ada

tak ada yang lebih setia
daripada papan papan reklame
yang selalu pasti kujumpai
setiap pagi saat aku berangkat
dengan wujud yang sama
tulisan yang sama
lokasin yang sama
pada jam yang sama

doa

semoga esok pagi
matahari masih terbit
pada waktu yang sama
seperti hari hari kemarin

tandanya
masih ada yang tak pernah ingkar

Dialah Tuhan

kalau terluka

kalau suka? selamat merasa!
kalau cinta? selamat berjumpa dengannya!
kalau benci? ah..itu sementara!
kalau rindu? ah..apa mungkin jumpa!
kalau tersanjung? jangan tersandung!
kalau merasa jadi pahlawan? cepatlah sadar!
kalau nafsu menggebu? carilah Tuhan!
kalau minta dicinta? memang kau siapa?
kalau menunggu? yakinkah itu pasti?

kalau terluka? sudah ku bilang, apa..!!

sudahlah

aku rindu merasa
tapi takut berjumpa
aku rindu cinta
tapi takut diluka

sudahlah
aku jalani saja
sebagaimana ada

di sini

di tempat ini dulu
aku bisa menangis
merindu yang tak pernah aku jumpai

di sini pula
aku bisa terhanyut haru
hanya melihat deretan kata kata mu

hari ini

di sini pula
aku hanya bisa menyesali jalanku
bertemu denganmu

Thursday, July 07, 2005

ijinkan aku

untuk bintang
yang selalu ada di langit

berkediplah terus
sampai langit runtuh

dan selama itu pula
ijinkan aku
memandang ke sana

tempat bintang ada

Tuesday, June 21, 2005

tak punya jawab

kau adalah api
yang tak pernah merasakan panasnya diriku

kau adalah senja
yang tak pernah melihat sinar merah diriku

kau adalah hujan
yang tak pernah hadir ditemani gelegar petirku

kau adalah ombak
yang tak pernah memiliki riak riak ku

kau adalah pantai
yang tak pernah memiliki pasirku

kau adalah gempa
yang tak pernah merasakan getaran halusku

kau adalah bulan
yang tak pernah merasakan malamku

kau adalah pelangi
yang tak pernah memiliki guratan tujuh warnaku

kau adalah bara
yang tak pernah melihat lahar merahmu

kau adalah gunung api
yang tak pernah memiliki puncak tinggiku

kau adalah danau
yang tak pernah memiliki tepianku

kau adalah air bah
yang tak pernah memiliki arusku

kau adalah mawar
yang tak pernah memiliki harumku

kau adalah duri
yang tak pernah merasakan tajamku

kau adalah mata
yang tak pernah memiliki bolamataku

kau adalah angin
yang tak pernah menghembuskan sejukku

kau adalah cakrawala
yang tak pernah melihat langitku

kau adalah merpati
yang tak pernah mengepakkan sayap putih ku

kau adalah mendung
yang tak pernah didampingi awan gelap bergantungku

kau adalah waktu
yang tak pernah hadir dalam detikdetik hidupku

tapi bagaimana bisa

api tanpa panas ?
hujan tanpa gelegar petir ?
ombak tanpa riak riak ?
pantai tanpa pasir ?g
empa tanpa getar ?
bulan tanpa malam ?
pelangi tanpa tujuh gurat warna ?
bara tanpa lahar merah ?
gunung api tanpa puncak tinggi ?
danau tanpa tepian ?
air bah tanpa arus ?
mawar tanpa harum ?
duri tanpa tajam ?
mata tanpa bolamata ?
angin tanpa sejuk ?
cakrawala tanpa langit ?
merpati tanpa sayap putih ?
mendung tanpa awan gelap ?
waktu tanpa detikdetik ?

aku tak punya jawab

*untuk sebuah kehampaan yang terlihat dan terasa

Tuesday, May 17, 2005

be careful of

be careful of....

Your thoughts,
For they become your words.

Your words,
For they become your actions.

Your actions,
For they become your habits.

Your habits,
For they become your character.

Your character,
For it becomes your destiny.

Think before you act;
think twice before you speak.

Some people use language to express thought, some
to conceal thought, and others instead of thought.
"But I say to you that for every idle word men may
speak, they will give account of it in the day of judgment."

Matthew 12:36

*author unknown

Monday, May 16, 2005

mudah

dengan mudah
Tuhan memberi kita berkat

dengan mudah pula
kita membalas dengan laknat

Saturday, April 30, 2005

balada hari senin

selamat pagi
matahari di awal minggu
menyapa selamat berjuang
menyapa selamat menunggu
ayoooooooo...ayunkan kakimu
berlari mengejar pintu-pintu bus
yang terbuka..menanti kau naik
dan siap juga meninggalkanmu

di balik lembar lebar buku doa kecil biru
melirik aku was was menunggu
jangan sampai bus tercinta lewati aku

wus..wus..wus...
mobil-bus-motor-orang-orang
hendak kemana mereka..?
seperti aku juga
hendak kemana aku..?

itu dia..itu dia..
bus penuh sesak nafas
kaki berhimpit, muka beradu
bau membuat hidung menyempit
lutut lutut manusia beradu

mendesak aku ke dalam
agar aku ikut bergerak berpindah
dibawa roda roda berputar
dibawa balada balada tegar

kadang prihatin juga fikirkan balada ini
sampai kapan? tanyaku.
tapi ini adalah 'puisi' yang rimanya selalu sama
tiap senin, selalu sama

tapi aku yakin,
tiap tiap hari
rima itu
punya arti yang berbeda.

Saturday, April 09, 2005

takluk

Maaf ku pada alam
yang mengamuk tadi malam
membuat rumahku seperti kolam
tapi tak bisa buat berendam

Maaf ku pada langit
yang sudah bikin aku sengit
geludak geluduk tak mau tunduk
berujung hujan deras membasahi handuk

Maaf ku pada sungai
yang sudah menyerangai
meluapkan isi perut yang berbau bangkai
masuk dalam rumahku tanpa kompromi damai

Maaf ku pada hutan
yang akar dalamnya sudah dibabat
tak tinggalkan daun apalagi batang satu kerat
oleh manusia manusia bermartabat

Maaf ku pada khalik
yang membuat fikiran jadi terbalik
bertekuk batin menunduk tengkuk
hingga hanya satu kata meringkuk
aku takluk!

balada atap sekolah

bu bu bu
aku pulang
kakiku kena palang
bertancap paku
di ruang kelasku

bu bu bu
kata bu guru
tadi malam
ada badai menderu

atap sekolah jatuh ke tanah
rebah tak punya sangga
aku jalan tak bersepeda
juga tak bersepatu

bu bu bu
paku itu menancap di kakiku
teriak teriak aku pulang
karena toh juga teman teman
semua pulang

bu bu bu
kapan aku bisa kembali sekolah
beratap kayu beralas sepatu
karena atapku kini langit biru
dan alasku tertancap paku

*keprihatinan untuk banyak gedung sekolah yang rubuh, karena tidak ada biaya perbaikan, ditengah kota yang mewah dan dengan mal mal angkuh memandang ke bawah atap gedung sekolah-sekolah yang menanti saat rubuh.

tertinggal

Hati yang melirik lirik
Tangan yang menggenggam
Rayu yang palsu
Kemeja biru kotak kotak dadu

Mata ini tahan tak kedip
Hati ini tahan tak berkutik
Sampai rasio ku terpenjara
Tanpa ku beri kesempatan bicara

Tak butuh aku belahan jiwamu kini
Tak hendak aku perduli pranata mu kini
Ku cari senyummu yang dulu
Ku cari sejuk hatimu lalu

Ada, tak..!!
Hadir, tak..!!
Tampak, tak..!!

Senyum-mu, tertinggal di bulan..!!

poetry for charles-camilla

Image hosted by Photobucket.com

Today is Charles and Camilla wedding day.Britain's Poet Laureate Andrew Motion has written "Spring Wedding," a poem commemorating the marriage of Prince Charles and Camilla Parker Bowles


I took your news outdoors, and strolled a while
In silence on my square of garden-ground
Where I could dim the roar of arguments,
Ignore the scandal-flywheel whirring round,

And hear instead the green fuse in the flower
Ignite, the breeze stretch out a shadow-hand
To ruffle blossom on its sticking points,
The blackbirds sing, and singing take their stand.


I took your news outdoors, and found the Spring
Had honored all its promises to start
Disclosing how the principles of earth
Can make a common purpose with the heart.

The heart which slips and sidles like a stream
Weighed down by winter-wreckage near its source --
But given time, and come the clearing rain,
Breaks loose to revel in its proper course.

Motion, asked about how he approached the writing of the peom, was quoted in the Press Assocation as saying: "This relationship has, as all the world knows, had all kinds of difficulties and trials and tribulations to deal with.

"I thought, rather than address that directly, as might be appropriate in a piece of journalism, in a poem it would be more interesting and richer to treat it in terms of this image of the stream with certain obstacles near the source, but with the passage of time beginning to run clearly in its proper course.

"That is how I feel about the whole wedding."

Friday, April 08, 2005

jingkrak jingkruk

jingkrak jingkruk
aku jadi kemaruk
weruh wong donyo
podo garuk garuk

nggaruki kantong
nggaruki bodhong
nggaruki tletong
gak ono sing dong

jingkrak jingkruk
aku tak ning pasar ngangkruk
weruh mbok sing garuk garuk
duite ilang keno garuk
preman pasar ngangkruk

::
donyo=dunia
kemaruk=rakus
bodhong=pusar
nggaruki=menggaruk
tletong=kotoran manusia/hewan
sing=yang
dong=mengerti
ngangkruk=nama pasar di yogya
weruh=melihat
keno garuk=terkena razia petugas

Thursday, March 31, 2005

puisi terakhir



ibu..
ayo bu..bangun bu..bangun..
ayo kita bawa langkah ini ke gunung
sambil bawa selimut, baju, kerudung
lilin, buku-buku doa, sajadah, rosario
tasbih, alkitab, al-quran
semua yang buat batin kita selamat,tenang

karena tidak ada tenang lagi
tempat kaki ini menetap
getar..,geser..,guncang..,
terbelah..,runtuh..,hancur..,
gemuruh..,jatuh..,remuk..,
goyang..,pecah..

sebutir air mata sudah di ujung mata
menunggu jatuh meleleh
sementara dengkul ini tak diam saja
seperti ingin ikut meleleh
ikut jejak air mata

mana alas kakiku..!!
hilang..tertutup reruntuhan

mana tadi ibu ku?
tak kulihat sehelai pun rambutnya
helai rambut putih pun tidak,
hitam pun tak ku lihat!

seperti ingin terbang saja
bumi ini ingin berontak rupanya
tapi apa daya
aku hanya punya kaki dua

bumi terbelah
aku rebah
ditimpa nasib
ditimpa murka alam

ini puisi terakhir ku
sebelum aku beranjak

ke akhirat

Sunday, March 27, 2005

teh pagi hari

teh hangat di pagi hari
wajib ku minum, ku sruput
sebelum memulai hari

bila suatu saat aku lupa
karena buru buru kerja
teh hangat akan jadi dingin belaka

bukan karena teh yang wangi
bukan karena hangat melawan pagi

tapi

karena tangan ibu
menyedu dengan kasih
menghidang tanpa pamrih

Tuesday, March 15, 2005

tawa derita

Ria..ria..bergelagak tawa
Bagi mereka yang kaya raya

Tetes..tangis..bah..derita
Bagi mereka yang dirundung celaka

kabar ?

Hai..
Apa kabar..?
Masihkah bolehkah ku tahu
maksudmu bersikap seperti itu
padaku,

dulu?

untuk yang hari minggu lalu baru saja bertemu ku
dengan anaknya yang mungil di halaman gereja

brisik

Bap..bup..bap..
Pap..pup..pap..
Daba..da…tara..ta…

Barlaisya..barlaesyi
Dubaira..dubairi..
Vin tren srin tung
Tung srin teng jreng

Kim pang kim plung
Tak glentak glentak..gong...
Zum pir zum par ping
Pinininininininini...wwww

Vuraiyasama..sama tarrr...katakzzz
Bu bap buap..baaaaaap
Yerwangg..wirrr..yer wanghongg..
Zu zap zuappp..zaaaappp

BERISIIIIIKKKK...
Apa sih, maumu?

aku dan kuda tarik

Lahir..anak...besar..kerja...makan..
tidur....sarapan...kerja...makan...tidur...
ngantuk..bangun...dewasa...
kawin...beranak...tua...renta...mati.

lalu...

Apa bedanya aku
dengan si kuda tarik?

jendela melambai

Whua..ha..ihk..ihk..arggh..
arrghh..hik..hik..ehhheh.eh..
Tak bisa benda mati ini
membuat orang bisa membaca tangisan ku.
Tapi ku kan tetap menangis…

Whua..ihk..ihk..aakkk..ih..ishk..
Bulan masih mengintip
Di atas jembatan raya
Pergi kau bulan
Sirna saja kau dari ujung-ujung awan
Tak rela kah engkau pagi menjelang
Sepertinya kau masih ingin aku tidur
dibuai terpa angin malam

Tapi riuh pagi sudah menuntut langkah
untuk pergi ke luar rumah tiap hari.
Meninggalkan pagar-pagar
jendela-jendela
rumah-rumah kecil
yang melambaikan tangan
melepas aku pergi beradu nyali dan nurani
setiap hari.

Monday, March 14, 2005

diam sajalah

terhuyung huyung aku
tersandung sandung aku
mendayung dayung aku
sampai ke pulau nasib

arus hidup
bawa aku dengan perahuku
arahkan ujung dayungku
kemana nur tak kan redup

angin menampar muka
ombak membuih
mentari mendidih
nyiur merintih sedih

tak hendak aku lurus
tak hendak aku belok
tak hendak aku berbalik
tak hendak aku mundur

aku memilih diam

hati tak sampai

tak sampai hati ku
menanyakan kabarmu

tak sampai hati ku
mengungkit ungkit
masa lalu yang dulu

tak sampai hati ku
menanyakan alasanmu
pura pura dekat dengan ku

dulu

Monday, March 07, 2005

i saw jesus



I saw Jesus last week.
He was wearing blue jeans and an old shirt.
He was up at the church building;
He was alone and working hard.
For just a minute he looked a little like one of our members.
But it was Jesus, I could tell by his smile.

I saw Jesus last Sunday.
He was teaching a Bible class.
He didn't talk real loud or use long words,
But you could tell he believed what he said.
For just a minute, he looked like my Sunday School teacher.
But it was Jesus, I could tell by his loving voice.

I saw Jesus yesterday.
He was at the hospital visiting a friend who was sick.
They prayed together quietly.
For just a minute he looked like Brother Jones.
But it was Jesus, I could tell by the tears in his eyes.

I saw Jesus this morning.
He was in my kitchen making my breakfast and fixing me a special lunch.

For just a minute he looked like my mom.
But it was Jesus, I could feel the love from his heart.

I see Jesus everywhere,
Taking food to the sick,
Welcoming others to his home,
Being friendly to a newcomer
and for just a minute I think he's someone I know.
But it's always Jesus, I can tell by the way he serves.

May someone see Jesus in you today.

*author unknown

Thursday, March 03, 2005

jalan - hidup


orang berjalan
pasti melihat jauh ke depan
tidak melulu menunduk
hanya melihat ujung jempol kaki

orang hidup
hendaknya melihat jauh ke depan
tidak melulu menunduk
hanya melihat ujung hari

tiga manusia

hanya ada tiga manusia
yang paling kusayang

bapak
ibu
adik

tobat

seribu satu
alasan yang
dibuat manusia
untuk mengatakan
'aku orang baik-baik..!'

hanya satu
alasan yang
bisa dibuat
Tuhan untuk
mengampuni manusia
'tobat...!'

Wednesday, March 02, 2005

jalan pulang

bila aku
pulang
dari karawaci
hingga sampai pada
tepi trotoar dekat kali

berantri antri
mobil mobil pribadi
dan bus bus
wira wiri
berdesakan kanan kiri

sibuk mataku
melihat panggung musik puisi
di atas roda roda
dengan gitar dan tak tertinggal
sebuah kantung kumal

tahu,koran,duku,pena,guntingkuku
lem powerglue,keripik,puisi,lagu
juga ikut berantri antri
menanti dibeli

mata ini terkatup terus
sampai ada yang berteriak teriak

pancoran! pancoran! pancoran!

maka mata siap terbelalak

Tuesday, March 01, 2005

tiga huruf

ada tiga huruf
yang paling sering
ditulis
berurutan
di koran koran
hari ini

b

b

m

!!!!!

Monday, February 28, 2005

cepat antri

pagi ini
satu liter
masih
seribu delapan
ratus

besok pagi
satu liter
sudah
dua ribu
empat ratus

ayo cepat antri!!!!