Sunday, June 11, 2006

kematian

mengetuk pintu rumah doa MU
ingin kembali disamping MU
seperti dulu sebelum aku ada di sini
karena,
ENGKAU mencintaiku
sebelum aku dibentuk dalam kandungan ibuku
aku ingin kembali pada cinta itu
yang satu, yang kekal
yang esa, yang tak fana

aku sedang berjalan menuju ke sana
berteman doa doaku yang jarang
ditopang doa ibuku yang tiap hari menjulang

selamat tinggal fana
aku muak dengan kau
esa, abadi, bebas, hakiki

wahai surga!! (atau neraka??)
ini aku,
datang....!!

pena berujung tebal

sebuah pena hitam berujung tebal ini
ingin tergores pada selembar kertas putih
hingga ia bernama "Kertas Hitam"
sebuah pena merah berujung tebal ini
ingin tergores pada seutas rambut
hingga ia bernama "Rambut Berdarah"
sebuah pena kuning berujung tebal ini
ingin tergores pada sepotong ranting
hingga ia bernama "Pohon Kering"
sebuah pena hijau berujung tebal ini
ingin tergores pada selembar daun
hingga ia bernama "Daun Kalbu"
sebuah pena ungu berujung tebal ini
ingin tergores pada sebuah hati
hingga ia bernama "Hati yang Lebam"

*untuk malam malam tanpamu

meringkuk

(jangan bangunkan aku)
psssssssssssssssstttttttt...
(aku sedang diam)
(aku sedang di dalam kurung)
(kurung hatiku)
(kurung renungku)
(di dalam gua asing)
(di pelosok bumi)
(nyaris tanpa jalan menuju kesana)
(jangan bilang bilang orang)
(aku sedang di dalam kurung)
(kurung tanyaku)
(kurung rinduku dan galauku)
(tahukah kau aku sedang meringkuk)
(menunduk mencium dengkulku)
(melipat kedua tanganku dan menyelipkannya
pada sela sela betis kakiku)
(tahukah kau aku sedang merasakan aliran
anak sungai kecil berair hangat di sela dengku
dan dua betisku)

tahukah kau sungai kecil yang mengalir
di sela dengkul dan betisku itu adalah tangis?

dua awan

jarak kita adalah dua awan di semesta
mengambang menjadi pijakan
matahari bulan bintang
berganti ganti setiap hari
berselimut angin pagi siang malam
berlampu sinar surya,bulan,lintang

tidak pernah rubuh
tidak pernah keruh
terus berganti ganti
seturut putaran waktu

sekali lagi
jarak kita adalah dua awan di semesta

tiga perempuan

tiga perempuan
mencari jawab
ditemani
satu cangkir kopi hitam
sehitam tanya kita
pada sebuah pasangan cinta
tiga perempuan
mencari pembenaran
atas semua tindakan
yang selama ini telah dilakukannya
tiga perempuan
tiga pertanyaan
tiga jawaban
yang tak kunjung tiba

*for geget and ella...
kapan dong ke starbucks lagi?

rahasia

ada yang ingin kubicarakan
cerita tentang sungai panjang
darah dalam diriku
telaga darah juga akan jadi bagian ceritaku
sukma itu menyimpan cerita dan rahasia
hidupku..tentangmu
dirimu...tentangku
tapi bibirku belum juga bicara
menunggumu tiba
didepanmataku