Tuesday, December 12, 2006

sendiri

Hakikatnya ya sendiri to?
Jangan mengingkari ke-SENDIRI-an mu
Saat engkau di depan Khalikmu
Saat engkau meringkuk di rahim ibumu
Saat engkau terbujur di petimu
Dan gelap di liang kuburmu
Saat engkau menatap matamu sendiri di cermin

Sendiri
Tidak dengan siapa siapa
Dan tidak juga untuk siapa siapa

Monday, November 13, 2006

DIA

jangan pernah tanyakan
bagaimana hasilnya
tujuannya
akhirnya
dermaganya...

ikuti saja alur ceritanya
nikmati gejolaknya
berbahagialah karena ada tawa
dan kenanglah seribu tangis
maknai setiap perjumpaan
hidupi dengan bait bait doamu

Jangan lupakan DIA, yg selalu ada
dalam biduk perahumu...

27 Oktober 2006

stand up for

L O V E

stand up for

J E S U S

Thanks my dear Hendra,
for our journey finding the truth of love...

;-)

Sunday, September 24, 2006

se ha ri sa ja

cinta yang sehari
lebih indah dari seribu pelangi
cinta yang sehari
lebih terang dari seribu bintang
cinta yang sehari
tak'kan pernah kembali lagi

:)

Wednesday, September 06, 2006

(tidak?) jelas!

cerita yang bagiku
tak pernah berawal
dan tak pernah berakhir

wajah yang bagiku
tidak pernah jelas
antara tertawa atau menangis

langit yang bagiku
tidak pernah jelas
menampakkan matahari
atau bulan

musim yang bagiku
selalu membingungkan
kemarau? atau hujan

yang jelas hanya satu
yang menyakitkan
itu ada bagiannya
dari sebagian yang
membuat bahagia

dan aku baru saja merasakannya


Monday, August 21, 2006

stasiun bandara terminal

stasiun
bandara
terminal

aku menanti
keretamu
pesawatmu
busmu

yang membawa aku
ke sebuah kota
yang teduh
tempat aku ingin
menghabiskan harihariku

stasiun
terminal
bandara

sepertinya jam yang tergantung
di sisi dinding bangunanmu
tak satupun jarumnya bergerak

wahai kota tujuanku!
tunggu aku
aku pasti tiba

sambut aku dengan
dua ribu cinta

monolog miris

berani beraninya gandengin tangan anak orang!
jangan sembarangan loe!
berani beraninya ngajak ngajak ketemu!
jangan sembarangan loe!
berani beraninya bilang sayang di pinggir jalan!
jangan sembarangan loe!
berani beraninya ikrar bilang suka!
jangan sembarangan loe!

makannya gue sewot
abis, elu sih......
udah muke peyot kayak mak erot
berani beraninya bilang sayang suka ih ih ih...
tau diri doooooong...!!

sekarang tau rasa deh!
elu cuma dilempar satu kata kan?

maaf

udah kan? itu doang kan?
terus sekarang mo apa?
mo nangis tiap malem di depan komputer?!

maaf ya..kalo itu pilihan elo, gue gak ikutan!

slamet deh! kali aja emang dia jodoh elo...
ntar kasi tau ya..kalo udah married...

kekekekekekekekekekk.....

Wednesday, July 19, 2006

cinta yang sepi

cinta yang sepi
adalah
bonekah
di tepi pematang
satu hektar sawah kering
hanya ada lumpur
dan boneka yang bergoyang goyang

cinta yang sepi
adalah tali temali bonekah tua
yang semrawut melilit kalut
matanya hilang satu
dipatuk paruh burung jahanam

cinta yang sepi
adalah yang sendiri

karena ditinggalkan
begitu saja
karena dibiarkan
begitu saja

cinta yang sepi itu bermata

dan mata itu

kini menangis luar biasa

ironi luka

adalah ironi
ketika mencintai
tinggal sebuah rasa
itu saja itu saja
tapi menggerus hati
sampai dalam
sampai luka
menggerus hati
sampai menangis
tapi tanpa sebutirpun
air mata mengalir

adalah ironi
aku manusia yang terbatas
harus mencintai tanpa batas
sampai terluka
sampai terluka
sekali lagi
sampai terluka
sampai terluka

sampai terluka
sampai terluka

adalah ironi
mencintai sampai terluka!

tak berdermaga

Sudah kandas

Tapi bukan perahu cinta
Karena perahu cinta tak berdermaga
Dan tak pernah menepi
Larungnya membelah perut laut
Memburai ombak
Bergulat dengan arus

Sekali lagi

Perahu cinta itu
Tak pernah kandas!
Tak pernah kandas!

Sunday, July 09, 2006

the best poem 2005

This poem was nominated poem of 2005 for thebest poem, written by an African kid!!!

When I born, I Black,
When I grow up, I Black,
When I go in Sun, I Black,
When I scared, I Black,
When I sick, I Black,
And when I die, I still black..

And you White fella,
When you born, you Pink,
When you grow up, you White,
When you go in Sun, you Red,
When you cold, you Blue,
When you scared, you Yellow,
When you sick, you Green,
And when you die, you Gray..
And you calling me Colored ??

Aly El Sahly

Sunday, June 11, 2006

kematian

mengetuk pintu rumah doa MU
ingin kembali disamping MU
seperti dulu sebelum aku ada di sini
karena,
ENGKAU mencintaiku
sebelum aku dibentuk dalam kandungan ibuku
aku ingin kembali pada cinta itu
yang satu, yang kekal
yang esa, yang tak fana

aku sedang berjalan menuju ke sana
berteman doa doaku yang jarang
ditopang doa ibuku yang tiap hari menjulang

selamat tinggal fana
aku muak dengan kau
esa, abadi, bebas, hakiki

wahai surga!! (atau neraka??)
ini aku,
datang....!!

pena berujung tebal

sebuah pena hitam berujung tebal ini
ingin tergores pada selembar kertas putih
hingga ia bernama "Kertas Hitam"
sebuah pena merah berujung tebal ini
ingin tergores pada seutas rambut
hingga ia bernama "Rambut Berdarah"
sebuah pena kuning berujung tebal ini
ingin tergores pada sepotong ranting
hingga ia bernama "Pohon Kering"
sebuah pena hijau berujung tebal ini
ingin tergores pada selembar daun
hingga ia bernama "Daun Kalbu"
sebuah pena ungu berujung tebal ini
ingin tergores pada sebuah hati
hingga ia bernama "Hati yang Lebam"

*untuk malam malam tanpamu

meringkuk

(jangan bangunkan aku)
psssssssssssssssstttttttt...
(aku sedang diam)
(aku sedang di dalam kurung)
(kurung hatiku)
(kurung renungku)
(di dalam gua asing)
(di pelosok bumi)
(nyaris tanpa jalan menuju kesana)
(jangan bilang bilang orang)
(aku sedang di dalam kurung)
(kurung tanyaku)
(kurung rinduku dan galauku)
(tahukah kau aku sedang meringkuk)
(menunduk mencium dengkulku)
(melipat kedua tanganku dan menyelipkannya
pada sela sela betis kakiku)
(tahukah kau aku sedang merasakan aliran
anak sungai kecil berair hangat di sela dengku
dan dua betisku)

tahukah kau sungai kecil yang mengalir
di sela dengkul dan betisku itu adalah tangis?

dua awan

jarak kita adalah dua awan di semesta
mengambang menjadi pijakan
matahari bulan bintang
berganti ganti setiap hari
berselimut angin pagi siang malam
berlampu sinar surya,bulan,lintang

tidak pernah rubuh
tidak pernah keruh
terus berganti ganti
seturut putaran waktu

sekali lagi
jarak kita adalah dua awan di semesta

tiga perempuan

tiga perempuan
mencari jawab
ditemani
satu cangkir kopi hitam
sehitam tanya kita
pada sebuah pasangan cinta
tiga perempuan
mencari pembenaran
atas semua tindakan
yang selama ini telah dilakukannya
tiga perempuan
tiga pertanyaan
tiga jawaban
yang tak kunjung tiba

*for geget and ella...
kapan dong ke starbucks lagi?

rahasia

ada yang ingin kubicarakan
cerita tentang sungai panjang
darah dalam diriku
telaga darah juga akan jadi bagian ceritaku
sukma itu menyimpan cerita dan rahasia
hidupku..tentangmu
dirimu...tentangku
tapi bibirku belum juga bicara
menunggumu tiba
didepanmataku

Sunday, May 28, 2006

satu

menimba air
di sumur tanpa dasar
berjalan
di jalan tanpa ujung
menggenggam
tongkat asap
mendayung
di sungai kerontang
melukis
helai helai daun
menata awan
memindahkan bulan
meniup bunga kuncup
untuk mekar sekarang
menahan
gelegar petir
menguntai pasir
jadi kalung mutiara
menahan kepak
sayap dara

tetap kulakukan
tetap kulakukan
tetap kulakukan

karena hanya ada satu
untuk satu
dan selamanya

longer

Words by Dan Fogelberg

click here to hear the song

Longer than there've been fishes in the ocean
Higher than any bird ever flew
Longer than there've been stars up in the heavens
I've been in love with you

Stronger than any mountain cathedral
Truer than any tree ever grew
Deeper than any forest primeval
I am in love with you

I'll bring fires in the winters
You'll send showers in the springs
We'll fly through the falls and summers
With love on our wings

Through the years as the fire starts to mellow
Burning lines in the book of our lives
Though the binding cracks
And the pages start to yellow
I'll be in love with you
I'll be in love with you

Longer than there've been fishes in the ocean
Higher than any bird ever flew
Longer than there've been stars up in the heavens
I've been in love with you
I am in love with you

-isme yang palsu

romantisme
apa engkau sedang menipuku
dengan haru biru
dengan dada yang sakit
dengan asa yang ingin
dengan senyum palsu
belaian kelas babu

romantisme
sudahkah gincu madumu
membuai aku
ke langit ke tujuh
hingga aku tak bisa lagi
melihat kakiku
menapak bumi?

romantisme
palsu..plastik
bisa indah
bisa awet
tapi bukan itu

romantisme
pergilah
jauh
jauh
dari
aku

kota yang retak

duka
ku
untuk
yogya
yang
retak
rata
dengan
tanah

tapi
ramah
hangat
tenang
kotamu
tak kan
retak
hancur
hanya
karena
satu
kali
gempa

kapan
lagi
aku
tega
kembali
ke sana?

Sunday, May 21, 2006

semusim

cinta semusim
sekejap saja

hidup juga cuma semusim!
jadi tak jauh beda

:)

Tuesday, April 18, 2006

my happy ending

Once upon a time…

Once upon a time…

And I love you

Once upon a time

Once upon a time

And I love you

That’s the end

A-fairy-tale happy ending

With you

Thursday, March 30, 2006

dermaga

di dermaga yang sama
seutas tali tua rapuh
tergantung setia
pada tonggak
tempat nelayan
biasa
menggantungkan
jala nila
tempat ikan
dan perkakasnya

di dermaga yang sama
ada rasa yang hanyut
larut dalam perak silau
air laut menantang
sinar senja
yang masih juga
menyimpan rahasianya

aku dan nelayan
sama sama punya
tanya
yang tak bisa dijawab
hanya dalam satu kali senja

musim gugur

setumpuk
tanya
masih
menjadi
rahasia
ranting
kering
yang pada suatu sore
terantuk batu
karena
musim
gugur
itu
telah
tiba.

Thursday, March 16, 2006

p

ppppppppppp
ppppppppppp
ppppppppppp
ppppppppppp

p is me
me is p

cuma gue yang tau
sama si p

;)

Wednesday, March 15, 2006

bulan purnama

catatan penulis :

hari ini tanggal 15 maret. tengah bulan. kata orang, tengah bulan adalah saat bulan penuh, purnama. dan benar. di langit, gumpal awan terlihat sisi sisinya karena memantulkan cahaya bulan yang sangat terang. hayla.! bulan penuh..!! bulan utuh di langit. aku dapat melihatnya jelas dari balkon atas rumah. langit terang karena bulan utuh, purnama! dan lahirlah 2 puisi di malam purnama ini. ;)


kemana tanyaku
akan engkau
bulan utuh itu
tersenyum senyum saja
mendekap jawaban
mengulum rahasia

"hidup itu rahasia,
tak akan ku buka
jawab..pada mu.."

jawab purnama

bulan utuh

aku kirimkan
air mata ini
ke bulan utuh penuh
malam ini
agar esok pagi
dibawanya serta
untuk disampaikan
pada gumpal awan awan
menanti berubah
seiring mendung
juga petir gelegar
lalu lahirlah
gerimis hujan
hingga aku kuyub
oleh air mata
yang aku kirim
ke lewat bulan
kemarin malam

Sunday, February 26, 2006

sisakan satu bintang

diam kau burung burung hantu
kau kedip kedipkan saja matamu
tanpa boleh kau keluarkan suara uuuuu -mu
yang membuat berdiri kudukku
diam kau jangkrik
kau gerak gerak saja tanpa derik
bikin gatal kupingku yang
sudah mulai bergerak gerik
diam kau malam
kau tunda dulu saja
bulan sabit hari ini
simpan sampai aku bilang
terbitlah kau, sekarang!
kau simpan saja
bintang bintangmu di awan
di peti rahasiamu yang
tak kunjung kutemukan
kunci padanannya
sisakan satu saja
untuk aku pandang
dari jendela kamarku
tempat biasanya aku
menebar pandang

mu..

jauhmu
diammu
hilangmu
sembunyimu
tembok hatimu
rahasiamu
jarakmu
sembilan
kali
sepuluh
pangkattujuh
tahun
cahaya

pfffuff...!
sebenarnya aku lelah

satire cinta

Voila..!!
Mari berburu cinta
dihutan dimana sayap sayap
terbang bergelepak gelepak
di paruhnya tergantung
tawaran tawaran bernama
umpan cinta
mari lihat lihat
di coba coba dulu
diintip intip
kalau tidak suka, putus saja
kata GusDur : "gitu saja kok,repot!"
kenapa musti kautunda tunda
cinta yang bertubi-tubi tiba
eitz..awas..!!
yang se-...
yang se-...
yang se-...
hihihihihihiihi
kau tau kan maksud aku sebenarnya?

jauh di bawah kolam

aku berenang renang
bersama udang udang
ganggang ganggang
bergentayangan
bergoyang goyang

dan aku meradang
menunggu waktu
yang meyakinkan aku
untuk bilang sayang
pada seseorang

teringat

Bapak..
pergimu
adalah 3 bait puisi
yang belum sempat
aku bacakan
untuk menjadi
bekal pergimu

Monday, February 20, 2006

bisikan kala

ah..santai dulu
bahuku bersandar pada jarum panjang jam dinding
yang juga bersandar pada sebidang dinding
kaki kuletakkan pada jarum pendeknya
kubiarkan ikut berputar mengintai waktu

sambil telingaku kurapatkan
dekat mesin waktu itu
siapa tau..
dia bocorkan rahasia masa depanku

narapidana

dua narapidana
saling pandang
pada dua sel
yang berseberangan
wajahnya menempel
pada jeruji besi dingin
bernama jarak, rahasia
waktu, serta kenyataan

dua narapidana
adalah kita...

keringat dan langit

debu debu kota
asap asap celaka
kibas kaki amarah
panas surya terik
urat nadi
mengkilat mengalir
keringat pada
kanal kanal nadi
tulang dada
yang terlihat nyata
terangkat rebah
rebah terangkat
tatap hidup
untuk hari ini saja
bibir tak lelah
memanggil rupiah
kering retak retak
lekat putih perih
alis adalah
satu satunya
penahan keringat
yang tak jadi turun
keburu diseka lap
lap kumal
yang diangkat
dari bagian bawah
kaus dekil melar
kecap mulut
tak berharap nikmat
mungkin cuma doa
penyambung suara
pada penguasa langit
di atas sana

Thursday, February 16, 2006

fenomena

cetat cetit
cenyum cenyum cendili
chatting chatting
cium cium

akh!

cinta itu candu
capa cetuju?

pada suatu pagi

kue donat kue bola
langah langkah malas
ujung ujung sapu lidi
mencakar halaman
milik seorang betawi malas
beranak empat
kucing mencari rejeki
mengkais kais
tumpukan pojok sampah berlalat
ibu haji menyapa basa basi
tukang sayur lewat
memanggil sang rejeki
wira wiri
hampir tabrak lari
buru buru
takut tertinggal troli

pagi itu
matahari menyimpan iri
manusia selalu sibuk
mencari rejeki
hingga lupa
pada yang hakiki

Tuesday, February 14, 2006

perjumpaan

temui aku..bukan dimana
temui aku..bukan jam berapa
temui aku..bukan hari apa
termui aku..bukan tanggal berapa

temui aku saat ini juga
saat sayang tak bisa disimpan lama
dan rindu tak bisa menahan kala
temui aku saat ini juga
di awan berjejal bintang bercahaya

Monday, February 06, 2006

ulang tahun

27 tahun

makin banyak umur
makin sedikit waktu hidup

ya, tokh?

Sunday, February 05, 2006

lalu apa

Percik - pecah - sebagian kecil
Nyala..redup..nyala..redup
Dibalut awan
Disiram hujan
Kuyup remuk tak berbentuk
Hancur lagi
Mengais kais kenyataan
Diantara tumpukan mimpi
Memanaskan udara
Agar kabut hilang
Memanaskan hati
Agar air mata tumpah lagi
Aku seperti berkelana
Mencari cari menduga duga
Tak habis habis
Walau lidah kelu tanpa doa
Cari itu tetap saja punya makna

Tak tahu
Setelah ketemu

Lalu apa?

Wednesday, January 11, 2006

menjenguk malam

aku pergi ke awan
kujenguk bulan
kutanya, kapan purnama?
kujenguk sinarnya
kutanya, dari mana cerahnya,
hingga bisa sampai ke bumi?
kujenguk angin
kutanya, kenapa bisa dingin?

aku tak menjenguk bintang
dan tak kutanya apa

karena malam ini
tak kulihat dia
ada di sana

terus mengalir, sampai...

dalam diriku mengalir
sungai panjang
tanpa hulu
tanpa muara
bukan air
tapi cinta
bukan batu
tapi asa
bukan riak
tapi keyakinan

terus mengalir
berhenti
sampai
hariNya nanti
kelak tiba

aku belajar

aku belajar mencintai
tanpa harus dicintai

karena mencinta itu
bukan transaksi dagang sapi
tapi perbuatan tanpa pamrih

aku yakin

seperti malam yakin akan datang pagi
seperti mendung yakin akan datang mentari
seperti bulan setengah yakin akan purnama

tidak ada cinta yang gagal
tidak ada cinta yang hilang
tidak ada cinta yang lenyap

cinta itu selalu ada
sejauh aku memberinya
tanpa mengharap balas
suatu apa

:)

Sunday, January 08, 2006

lewat sepuluh hari

mimpi mimpi kecil
adalah menginjak
embun di ujung daun
di pagi hari

memandang
ujung bulan
bersua mata dengan
bintang

memeluk kabut
merindu angin
tengadah
menerima gerimis

menunduk
taat pada badai
menghanyut
taat pada arus

mimpi mimpi kecil
bunga bunga kuncup
sebelum berkabut
dan engkau hampir luput

Tuesday, January 03, 2006

tak sabar

lintang

ing

madyoratri

kau ada di atas awan
bisakah kau baritahu aku
jauh ke depan

tentang nasib

bintang

di

tengah malam?

tak sabar

lintang

ing

madyoratri

kau ada di atas awan
bisakah kau baritahu aku
jauh ke depan

tentang nasib

bintang

di

tengah malam?