Thursday, March 31, 2005

puisi terakhir



ibu..
ayo bu..bangun bu..bangun..
ayo kita bawa langkah ini ke gunung
sambil bawa selimut, baju, kerudung
lilin, buku-buku doa, sajadah, rosario
tasbih, alkitab, al-quran
semua yang buat batin kita selamat,tenang

karena tidak ada tenang lagi
tempat kaki ini menetap
getar..,geser..,guncang..,
terbelah..,runtuh..,hancur..,
gemuruh..,jatuh..,remuk..,
goyang..,pecah..

sebutir air mata sudah di ujung mata
menunggu jatuh meleleh
sementara dengkul ini tak diam saja
seperti ingin ikut meleleh
ikut jejak air mata

mana alas kakiku..!!
hilang..tertutup reruntuhan

mana tadi ibu ku?
tak kulihat sehelai pun rambutnya
helai rambut putih pun tidak,
hitam pun tak ku lihat!

seperti ingin terbang saja
bumi ini ingin berontak rupanya
tapi apa daya
aku hanya punya kaki dua

bumi terbelah
aku rebah
ditimpa nasib
ditimpa murka alam

ini puisi terakhir ku
sebelum aku beranjak

ke akhirat

Sunday, March 27, 2005

teh pagi hari

teh hangat di pagi hari
wajib ku minum, ku sruput
sebelum memulai hari

bila suatu saat aku lupa
karena buru buru kerja
teh hangat akan jadi dingin belaka

bukan karena teh yang wangi
bukan karena hangat melawan pagi

tapi

karena tangan ibu
menyedu dengan kasih
menghidang tanpa pamrih

Tuesday, March 15, 2005

tawa derita

Ria..ria..bergelagak tawa
Bagi mereka yang kaya raya

Tetes..tangis..bah..derita
Bagi mereka yang dirundung celaka

kabar ?

Hai..
Apa kabar..?
Masihkah bolehkah ku tahu
maksudmu bersikap seperti itu
padaku,

dulu?

untuk yang hari minggu lalu baru saja bertemu ku
dengan anaknya yang mungil di halaman gereja

brisik

Bap..bup..bap..
Pap..pup..pap..
Daba..da…tara..ta…

Barlaisya..barlaesyi
Dubaira..dubairi..
Vin tren srin tung
Tung srin teng jreng

Kim pang kim plung
Tak glentak glentak..gong...
Zum pir zum par ping
Pinininininininini...wwww

Vuraiyasama..sama tarrr...katakzzz
Bu bap buap..baaaaaap
Yerwangg..wirrr..yer wanghongg..
Zu zap zuappp..zaaaappp

BERISIIIIIKKKK...
Apa sih, maumu?

aku dan kuda tarik

Lahir..anak...besar..kerja...makan..
tidur....sarapan...kerja...makan...tidur...
ngantuk..bangun...dewasa...
kawin...beranak...tua...renta...mati.

lalu...

Apa bedanya aku
dengan si kuda tarik?

jendela melambai

Whua..ha..ihk..ihk..arggh..
arrghh..hik..hik..ehhheh.eh..
Tak bisa benda mati ini
membuat orang bisa membaca tangisan ku.
Tapi ku kan tetap menangis…

Whua..ihk..ihk..aakkk..ih..ishk..
Bulan masih mengintip
Di atas jembatan raya
Pergi kau bulan
Sirna saja kau dari ujung-ujung awan
Tak rela kah engkau pagi menjelang
Sepertinya kau masih ingin aku tidur
dibuai terpa angin malam

Tapi riuh pagi sudah menuntut langkah
untuk pergi ke luar rumah tiap hari.
Meninggalkan pagar-pagar
jendela-jendela
rumah-rumah kecil
yang melambaikan tangan
melepas aku pergi beradu nyali dan nurani
setiap hari.

Monday, March 14, 2005

diam sajalah

terhuyung huyung aku
tersandung sandung aku
mendayung dayung aku
sampai ke pulau nasib

arus hidup
bawa aku dengan perahuku
arahkan ujung dayungku
kemana nur tak kan redup

angin menampar muka
ombak membuih
mentari mendidih
nyiur merintih sedih

tak hendak aku lurus
tak hendak aku belok
tak hendak aku berbalik
tak hendak aku mundur

aku memilih diam

hati tak sampai

tak sampai hati ku
menanyakan kabarmu

tak sampai hati ku
mengungkit ungkit
masa lalu yang dulu

tak sampai hati ku
menanyakan alasanmu
pura pura dekat dengan ku

dulu

Monday, March 07, 2005

i saw jesus



I saw Jesus last week.
He was wearing blue jeans and an old shirt.
He was up at the church building;
He was alone and working hard.
For just a minute he looked a little like one of our members.
But it was Jesus, I could tell by his smile.

I saw Jesus last Sunday.
He was teaching a Bible class.
He didn't talk real loud or use long words,
But you could tell he believed what he said.
For just a minute, he looked like my Sunday School teacher.
But it was Jesus, I could tell by his loving voice.

I saw Jesus yesterday.
He was at the hospital visiting a friend who was sick.
They prayed together quietly.
For just a minute he looked like Brother Jones.
But it was Jesus, I could tell by the tears in his eyes.

I saw Jesus this morning.
He was in my kitchen making my breakfast and fixing me a special lunch.

For just a minute he looked like my mom.
But it was Jesus, I could feel the love from his heart.

I see Jesus everywhere,
Taking food to the sick,
Welcoming others to his home,
Being friendly to a newcomer
and for just a minute I think he's someone I know.
But it's always Jesus, I can tell by the way he serves.

May someone see Jesus in you today.

*author unknown

Thursday, March 03, 2005

jalan - hidup


orang berjalan
pasti melihat jauh ke depan
tidak melulu menunduk
hanya melihat ujung jempol kaki

orang hidup
hendaknya melihat jauh ke depan
tidak melulu menunduk
hanya melihat ujung hari

tiga manusia

hanya ada tiga manusia
yang paling kusayang

bapak
ibu
adik

tobat

seribu satu
alasan yang
dibuat manusia
untuk mengatakan
'aku orang baik-baik..!'

hanya satu
alasan yang
bisa dibuat
Tuhan untuk
mengampuni manusia
'tobat...!'

Wednesday, March 02, 2005

jalan pulang

bila aku
pulang
dari karawaci
hingga sampai pada
tepi trotoar dekat kali

berantri antri
mobil mobil pribadi
dan bus bus
wira wiri
berdesakan kanan kiri

sibuk mataku
melihat panggung musik puisi
di atas roda roda
dengan gitar dan tak tertinggal
sebuah kantung kumal

tahu,koran,duku,pena,guntingkuku
lem powerglue,keripik,puisi,lagu
juga ikut berantri antri
menanti dibeli

mata ini terkatup terus
sampai ada yang berteriak teriak

pancoran! pancoran! pancoran!

maka mata siap terbelalak

Tuesday, March 01, 2005

tiga huruf

ada tiga huruf
yang paling sering
ditulis
berurutan
di koran koran
hari ini

b

b

m

!!!!!