Tuesday, June 21, 2005

tak punya jawab

kau adalah api
yang tak pernah merasakan panasnya diriku

kau adalah senja
yang tak pernah melihat sinar merah diriku

kau adalah hujan
yang tak pernah hadir ditemani gelegar petirku

kau adalah ombak
yang tak pernah memiliki riak riak ku

kau adalah pantai
yang tak pernah memiliki pasirku

kau adalah gempa
yang tak pernah merasakan getaran halusku

kau adalah bulan
yang tak pernah merasakan malamku

kau adalah pelangi
yang tak pernah memiliki guratan tujuh warnaku

kau adalah bara
yang tak pernah melihat lahar merahmu

kau adalah gunung api
yang tak pernah memiliki puncak tinggiku

kau adalah danau
yang tak pernah memiliki tepianku

kau adalah air bah
yang tak pernah memiliki arusku

kau adalah mawar
yang tak pernah memiliki harumku

kau adalah duri
yang tak pernah merasakan tajamku

kau adalah mata
yang tak pernah memiliki bolamataku

kau adalah angin
yang tak pernah menghembuskan sejukku

kau adalah cakrawala
yang tak pernah melihat langitku

kau adalah merpati
yang tak pernah mengepakkan sayap putih ku

kau adalah mendung
yang tak pernah didampingi awan gelap bergantungku

kau adalah waktu
yang tak pernah hadir dalam detikdetik hidupku

tapi bagaimana bisa

api tanpa panas ?
hujan tanpa gelegar petir ?
ombak tanpa riak riak ?
pantai tanpa pasir ?g
empa tanpa getar ?
bulan tanpa malam ?
pelangi tanpa tujuh gurat warna ?
bara tanpa lahar merah ?
gunung api tanpa puncak tinggi ?
danau tanpa tepian ?
air bah tanpa arus ?
mawar tanpa harum ?
duri tanpa tajam ?
mata tanpa bolamata ?
angin tanpa sejuk ?
cakrawala tanpa langit ?
merpati tanpa sayap putih ?
mendung tanpa awan gelap ?
waktu tanpa detikdetik ?

aku tak punya jawab

*untuk sebuah kehampaan yang terlihat dan terasa