kalau aku harus kehilangan
aku setia menanti gerimis hujan
ingin menangis bersama langit
yang deras menjatuhkan tangis hujan
aku bersembunyi di rapat rimbun ladang jagung
bercengkrama dengan serabut kuning menjulur
aku senang menangis bersama rimbun daun
dan kubujuk bulan sabit awal bulan september
untuk memberi aku tempat
tidur meringkuk diujung sabitnya
karena aku ingin melihat bintang
ditemani seribu kali bulan purnama
Tuesday, August 30, 2005
Sunday, August 28, 2005
Thursday, August 25, 2005
embun
pagi hari
di ujung daun
ada sebuah embun
yang bening liat tak mau menetes
apa yang ia tahan?
mungkin ia menunggu matahari
menguapkan dirinya
menjadi udara di awan awan
hingga ia akan jadi embun lagi
pada sebuah pagi
di ujung daun
ada sebuah embun
yang bening liat tak mau menetes
apa yang ia tahan?
mungkin ia menunggu matahari
menguapkan dirinya
menjadi udara di awan awan
hingga ia akan jadi embun lagi
pada sebuah pagi
sajak agustus
di bulan agustus ini
aku sandarkan batinku
pada sebuah jiwa
yang pada langit yang dulu juga
memandang satu bintang yang sama
dari dua tempat yang berbeda
aku sandarkan batinku
pada sebuah jiwa
yang pada langit yang dulu juga
memandang satu bintang yang sama
dari dua tempat yang berbeda
Tuesday, August 16, 2005
cikanyere
tangis - seribu manusia
jerit - anak anak dunia
sesal - hati orang berdosa
air mata - duka hati yang terluka
dan Engkau
merentangkan tanganMu
"mari, datanglah kepadaKu, kalian yang letih lesu
dan berbeban berat, maka Aku akan memberikan
kelegaan kepadaMu..."
maka kami,
anak anak bumi datang merangkulmu
sebelum tanah bumi dingin kelak
merangkul jasad kami yang membisu
jerit - anak anak dunia
sesal - hati orang berdosa
air mata - duka hati yang terluka
dan Engkau
merentangkan tanganMu
"mari, datanglah kepadaKu, kalian yang letih lesu
dan berbeban berat, maka Aku akan memberikan
kelegaan kepadaMu..."
maka kami,
anak anak bumi datang merangkulmu
sebelum tanah bumi dingin kelak
merangkul jasad kami yang membisu
Balada Patas Enam
kepala bersandar pada lengan yang menggantung
di larik besi atap bus kota
keringat mengucur di punggung punggung
minyak wajah keluar dari pori pori muka
betis kencang nyaris keram
mata nanar lelah merah
rambut kuyup bukan karena hujan
tapi karena keringat di kepala, wahai sayang
semoga jerih lelah hari ini
berujung pada jumpa bahagia
orang tua, istri,suami anak menanti
di depan pintu rumah
yang bak pintu surgawi
di larik besi atap bus kota
keringat mengucur di punggung punggung
minyak wajah keluar dari pori pori muka
betis kencang nyaris keram
mata nanar lelah merah
rambut kuyup bukan karena hujan
tapi karena keringat di kepala, wahai sayang
semoga jerih lelah hari ini
berujung pada jumpa bahagia
orang tua, istri,suami anak menanti
di depan pintu rumah
yang bak pintu surgawi
Friday, August 12, 2005
dua hal
ada dua hal
*perasaan* mencintai
dan *orang* yang kita cintai
*perasaan*
adalah luapan emosi, kegalauan, penantian, curiga,sedih, gembira,bangga,tersanjung,senang,kangen, rindu, sayang,benci,tangis,luka,duka,perih, kuatir,bertanya-tanya,tak jelas, keyakinan, tawa, rayuan, ketidak-pastian,risiko,keberanian,jujur,khianat,mengumpulkan kebaikan, menerima kelemahan ah...banyak..!!
*orang* adalah KAU
sampai saat ini..aku masih diam
untuk memisahkan air dan pasirbatuhalus
untuk memahami
apakah aku sungguh mencintai *orang* dengan segenap *perasaan*
atau sekedar bermain main dengan *perasaan* saja
*puisi untuk irma deviani moningka
*perasaan* mencintai
dan *orang* yang kita cintai
*perasaan*
adalah luapan emosi, kegalauan, penantian, curiga,sedih, gembira,bangga,tersanjung,senang,kangen, rindu, sayang,benci,tangis,luka,duka,perih, kuatir,bertanya-tanya,tak jelas, keyakinan, tawa, rayuan, ketidak-pastian,risiko,keberanian,jujur,khianat,mengumpulkan kebaikan, menerima kelemahan ah...banyak..!!
*orang* adalah KAU
sampai saat ini..aku masih diam
untuk memisahkan air dan pasirbatuhalus
untuk memahami
apakah aku sungguh mencintai *orang* dengan segenap *perasaan*
atau sekedar bermain main dengan *perasaan* saja
*puisi untuk irma deviani moningka
Thursday, August 11, 2005
tidak fokus
uijkuijklujkluoipjopjkl
jiphiohjfyuyvhvhjnnmjk;ljkl
7hghy8y890f69gygbhjjkl;
nkljlkjiouio89p-89jiohj
l;jkhkyiopy6890gu;hjggyuyuuiopu9090j;hiopyiopyophjljop
jkl;hkl;h;guiguioyiop
\y89puighlh;jiouophj
;hhkl;h;klhil;
vhjvhjfyytuiy89u9[jhhjhjy8pgfthhjl;iophhiop
nah! ini dia!
kalau aku
mengetik pakai sarung tinju
jiphiohjfyuyvhvhjnnmjk;ljkl
7hghy8y890f69gygbhjjkl;
nkljlkjiouio89p-89jiohj
l;jkhkyiopy6890gu;hjggyuyuuiopu9090j;hiopyiopyophjljop
jkl;hkl;h;guiguioyiop
\y89puighlh;jiouophj
;hhkl;h;klhil;
vhjvhjfyytuiy89u9[jhhjhjy8pgfthhjl;iophhiop
nah! ini dia!
kalau aku
mengetik pakai sarung tinju
arusmu
arusmu
membawaku
berlayar
ke tepian
sungai sungai
dalam
di hutan
kala malam
arusmu
lalu menghantam
perahuku
hingga terbalik
dan akupun
tenggelam
arusmu
memutar kuat
tubuhku
hingga
tak kenal aku
dimana atas
dimana bawah
arusmu
meneggelamkanku
pada dunia
dasar sungai
yang dingin
dalam
ia diam
namun bergerak
dan siap
menghanyutkanku
lagi...
membawaku
berlayar
ke tepian
sungai sungai
dalam
di hutan
kala malam
arusmu
lalu menghantam
perahuku
hingga terbalik
dan akupun
tenggelam
arusmu
memutar kuat
tubuhku
hingga
tak kenal aku
dimana atas
dimana bawah
arusmu
meneggelamkanku
pada dunia
dasar sungai
yang dingin
dalam
ia diam
namun bergerak
dan siap
menghanyutkanku
lagi...
Wednesday, August 10, 2005
aku masih punya asa
aku titipkan tanganku
pada dahan dahan cemara
yang ujung daunnya
menahan sebutir embun
di pagi hari
aku titipkan mataku
pada elang
yang terbang melintasi angkasa
untuk melihat dirimu
jauh dari atas awan
aku titipkan sayangku
pada angin dan awan
yang saling berangkulan
mengarak udara pagi
di sela sela hangat sinar matahari
karena aku belum pernah jumpa
juga belum bersua
aku masih punya asa
untuk saling memandang mata
di tengah tengah deru waktu
hidup kita
pada dahan dahan cemara
yang ujung daunnya
menahan sebutir embun
di pagi hari
aku titipkan mataku
pada elang
yang terbang melintasi angkasa
untuk melihat dirimu
jauh dari atas awan
aku titipkan sayangku
pada angin dan awan
yang saling berangkulan
mengarak udara pagi
di sela sela hangat sinar matahari
karena aku belum pernah jumpa
juga belum bersua
aku masih punya asa
untuk saling memandang mata
di tengah tengah deru waktu
hidup kita
Tuesday, August 09, 2005
bintang
kubelai bintang
lewat tangan tangan awan
yang memeluknya setiap malam
kusayang bintang
lewat desau angin malam
yang meniup wajahnya setiap malam
katakan pada alam
aku tak mau kehilangan malam
karena aku ingin selalu melihat
bintang yang paling terang
lewat tangan tangan awan
yang memeluknya setiap malam
kusayang bintang
lewat desau angin malam
yang meniup wajahnya setiap malam
katakan pada alam
aku tak mau kehilangan malam
karena aku ingin selalu melihat
bintang yang paling terang
Sunday, August 07, 2005
bunga dan doa
*untuk Bapak
bila hari ini kau masih ada
akan ku kirim kau bunga
dan setarik nafas
dengan hembus kata kata
"selamat ulang tahun"
berhubung kau telah tiada
baik ku kirim kau doa saja
dan setarik nafas
dengan hembus kata kata
"semoga engkau bahagia di sisi-Nya"
amin
in memoriam :
Yulius Sardjono
lahir : 7 Agustus 1940
wafat : 16 Mei 2002
bila hari ini kau masih ada
akan ku kirim kau bunga
dan setarik nafas
dengan hembus kata kata
"selamat ulang tahun"
berhubung kau telah tiada
baik ku kirim kau doa saja
dan setarik nafas
dengan hembus kata kata
"semoga engkau bahagia di sisi-Nya"
amin
in memoriam :
Yulius Sardjono
lahir : 7 Agustus 1940
wafat : 16 Mei 2002
padahal
aku ini seperti penari lenong
di sudut istana bernama 'gereja'
aku ini seperti sundel bolong
di sudut hamparan bernama 'kubur'
aku ini seperti topeng monyet
di sudut ramai bernama 'pasar malam'
padahal,
aku manusia!
di sudut istana bernama 'gereja'
aku ini seperti sundel bolong
di sudut hamparan bernama 'kubur'
aku ini seperti topeng monyet
di sudut ramai bernama 'pasar malam'
padahal,
aku manusia!
seribu tanya
akan ku hanyutkan
seribu tanya
pada gulungan riak riak
air sungai
di tengah hutan rimba
hanyutlah..
bergeraklah..
benturlah ujung ujung batu
sapalah setiap ujung daun
dan bermainlah dengan lintah
seribu tanya itu
akan menemukan muara
di dekat samudra
bernama 'jawab'
seribu tanya
pada gulungan riak riak
air sungai
di tengah hutan rimba
hanyutlah..
bergeraklah..
benturlah ujung ujung batu
sapalah setiap ujung daun
dan bermainlah dengan lintah
seribu tanya itu
akan menemukan muara
di dekat samudra
bernama 'jawab'
Monday, August 01, 2005
ingin
ujung daun
kering
di musim kemarau
suara parau
burung burung
malam
debu terbang
tak ada angin
tak ada dingin
yang ada hanya
sebuah ingin
kering
di musim kemarau
suara parau
burung burung
malam
debu terbang
tak ada angin
tak ada dingin
yang ada hanya
sebuah ingin
Subscribe to:
Posts (Atom)