Saturday, April 30, 2005

balada hari senin

selamat pagi
matahari di awal minggu
menyapa selamat berjuang
menyapa selamat menunggu
ayoooooooo...ayunkan kakimu
berlari mengejar pintu-pintu bus
yang terbuka..menanti kau naik
dan siap juga meninggalkanmu

di balik lembar lebar buku doa kecil biru
melirik aku was was menunggu
jangan sampai bus tercinta lewati aku

wus..wus..wus...
mobil-bus-motor-orang-orang
hendak kemana mereka..?
seperti aku juga
hendak kemana aku..?

itu dia..itu dia..
bus penuh sesak nafas
kaki berhimpit, muka beradu
bau membuat hidung menyempit
lutut lutut manusia beradu

mendesak aku ke dalam
agar aku ikut bergerak berpindah
dibawa roda roda berputar
dibawa balada balada tegar

kadang prihatin juga fikirkan balada ini
sampai kapan? tanyaku.
tapi ini adalah 'puisi' yang rimanya selalu sama
tiap senin, selalu sama

tapi aku yakin,
tiap tiap hari
rima itu
punya arti yang berbeda.