kau adalah api
yang tak pernah merasakan panasnya diriku
kau adalah senja
yang tak pernah melihat sinar merah diriku
kau adalah hujan
yang tak pernah hadir ditemani gelegar petirku
kau adalah ombak
yang tak pernah memiliki riak riak ku
kau adalah pantai
yang tak pernah memiliki pasirku
kau adalah gempa
yang tak pernah merasakan getaran halusku
kau adalah bulan
yang tak pernah merasakan malamku
kau adalah pelangi
yang tak pernah memiliki guratan tujuh warnaku
kau adalah bara
yang tak pernah melihat lahar merahmu
kau adalah gunung api
yang tak pernah memiliki puncak tinggiku
kau adalah danau
yang tak pernah memiliki tepianku
kau adalah air bah
yang tak pernah memiliki arusku
kau adalah mawar
yang tak pernah memiliki harumku
kau adalah duri
yang tak pernah merasakan tajamku
kau adalah mata
yang tak pernah memiliki bolamataku
kau adalah angin
yang tak pernah menghembuskan sejukku
kau adalah cakrawala
yang tak pernah melihat langitku
kau adalah merpati
yang tak pernah mengepakkan sayap putih ku
kau adalah mendung
yang tak pernah didampingi awan gelap bergantungku
kau adalah waktu
yang tak pernah hadir dalam detikdetik hidupku
tapi bagaimana bisa
api tanpa panas ?
hujan tanpa gelegar petir ?
ombak tanpa riak riak ?
pantai tanpa pasir ?g
empa tanpa getar ?
bulan tanpa malam ?
pelangi tanpa tujuh gurat warna ?
bara tanpa lahar merah ?
gunung api tanpa puncak tinggi ?
danau tanpa tepian ?
air bah tanpa arus ?
mawar tanpa harum ?
duri tanpa tajam ?
mata tanpa bolamata ?
angin tanpa sejuk ?
cakrawala tanpa langit ?
merpati tanpa sayap putih ?
mendung tanpa awan gelap ?
waktu tanpa detikdetik ?
aku tak punya jawab
*untuk sebuah kehampaan yang terlihat dan terasa
No comments:
Post a Comment