Monday, February 20, 2006

keringat dan langit

debu debu kota
asap asap celaka
kibas kaki amarah
panas surya terik
urat nadi
mengkilat mengalir
keringat pada
kanal kanal nadi
tulang dada
yang terlihat nyata
terangkat rebah
rebah terangkat
tatap hidup
untuk hari ini saja
bibir tak lelah
memanggil rupiah
kering retak retak
lekat putih perih
alis adalah
satu satunya
penahan keringat
yang tak jadi turun
keburu diseka lap
lap kumal
yang diangkat
dari bagian bawah
kaus dekil melar
kecap mulut
tak berharap nikmat
mungkin cuma doa
penyambung suara
pada penguasa langit
di atas sana

No comments: