bila aku
pulang
dari karawaci
hingga sampai pada
tepi trotoar dekat kali
berantri antri
mobil mobil pribadi
dan bus bus
wira wiri
berdesakan kanan kiri
sibuk mataku
melihat panggung musik puisi
di atas roda roda
dengan gitar dan tak tertinggal
sebuah kantung kumal
tahu,koran,duku,pena,guntingkuku
lem powerglue,keripik,puisi,lagu
juga ikut berantri antri
menanti dibeli
mata ini terkatup terus
sampai ada yang berteriak teriak
pancoran! pancoran! pancoran!
maka mata siap terbelalak
No comments:
Post a Comment