aku titipkan tanganku
pada dahan dahan cemara
yang ujung daunnya
menahan sebutir embun
di pagi hari
aku titipkan mataku
pada elang
yang terbang melintasi angkasa
untuk melihat dirimu
jauh dari atas awan
aku titipkan sayangku
pada angin dan awan
yang saling berangkulan
mengarak udara pagi
di sela sela hangat sinar matahari
karena aku belum pernah jumpa
juga belum bersua
aku masih punya asa
untuk saling memandang mata
di tengah tengah deru waktu
hidup kita