kantung kantung
hitam plastik
digenggam di jari jari kusam
menunggu bus yang kusam pula
se kusam kulit dan nasibmu,nak
kita ini sesungguhnya sama
mengisi hari hari
menjalani nasib
menapaki tapak hidup
yang sudah ada sebelum hari ini
kita tinggal ikut
kita tinggal larut
di bawah matahari yang sama
di kepul debu yang sama
di recahan waktu yang tak bisa
kita tahu, kemana ujungnya
kutitipkan doa setiap bunda
untuk anaknya
pada bahumu yang kurus
dan matamu yang tanpa harap
yang hanya berani menatap mentari
yang empunya memberimu garis hidup
seperti yang kau pikul hari ini
setiap tangan mu
merogoh lobang sepatu
tuan tuan puan puan
di terminal lusuh debu itu
kau tinggalkan kilap
kau kibaskan debu
namun tangis batinmu
tak bisa hilang
hanya dalam sewaktu
note:
Sajak ini terinspirasi dari puluhan anak anak kecil..yang tiap hari selalu bersama saya menunggu bus kota..di halte ciliwung. mereka adalah anak anak penyemir sepatu yang sehari harinya mencari nafkah di terminal blok M. tiap anak selalu membawa kantung hitam. isinya hanya 3 benda : sikat,semir,dan lap
No comments:
Post a Comment